FKH Dorong Pengembangan Kota Ramah Lingkungan

MAKASSAR, PenaTime – Mewujudkan kota ramah lingkungan dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan energi, serta mengurangi limbah menjadi impian sejumlah daerah di tanah air, khususya Kota Makassar.

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Makassar Achmad Yusran mengungkapkan, berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 mengenai Tata Ruang disebutkan, terkait pemenuhan 30 persen kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan rincian 20 persen RTH publik, dan 10% RTH privat.

FORUM_KOMUNITAS_HIJAU_(4)

Dia mengungkapkan, Forum Komunitas Hijau (FKH) dan masyarakat idealnya diperankan secara aktif merumuskan perwujudan delapan atribut Kota Hijau yang beragam, yakni green open space, green waste, green water, green building, green transportation, green design, green energy, dan green komunitas.

“Bahkan dalam penataan ruang, FKH dan masyarakat juga diharapkan berperan aktif, baik dalam perencanaan, pemanfaatan pengendalian,” tutur Yusran di Taman Ujung Pandang, Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Kamis (24/7/2014).

FORUM_KOMUNITAS_HIJAU_(5)

Terkait arah Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) 2014, lanjutnya akan melibatkan seluruh kelembagaan FKH di Indonesia yang di bagi dalam tiga kegiatan.

Tiga program P2KH tersebut diantaranya, kegiatan yang ditentukan FKH terkait salah satu item atau lebih dari delapan atribut Kota Hijau.

Kemudian kegiatan Festival Hijau dalam bentuk atraksi kesenian di Taman Kota, yang selanjutnya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi dan Visi Kota Hijau dengan melakukan diskusi kelompok terarah untuk merumuskan visi kota hijau dari versi komunitas dan masyarakat.

Sementara, Kepala Sub Bidang Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Alam Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Makassar Irnawati mengatakan, zonasi mangrove baru bisa dipublikasikan tahun 2015.

Bersamaan dengan kegiatan sosialisasi itu, kata dia seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan yaitu penetapan zonasi utama dan zonasi penyangga.

Irnawati menambahkan untuk memakaimalkan perealisasian P2KH, BLHD Makassar akan menjadikan FKH Makassar sebagai mitra untuk mewujudkan kota hijau.

“Untuk mewukudkan kota hijau pada tahun 2018, kami akan menjadikan FKH Makassar sebagai mitra pemkot Makassar dalam mewujudkan kota hijau,” ujar Irnawati. (*)

Penulis : Muhammad Fadli
Fotografer : Armin Sulfikar Y

 

sumber : http://penatime.com/read/0/50/189/JEPRET.FKH.Dorong.Pengembangan.Kota.Ramah.Lingkungan.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *