Hujan

Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air. Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap atau menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Hujan tak pernah peduli apakah kita sedang membawa payung atau tidak, sedang dijalan ataukah ditempat tertutup. Ia jatuh begitu saja tanpa permisi. Deras atau pun gerimis. Sama halnya dengan masalah yang kita terima. Ia tak pernah peduli apakah kita sedang lelah atau pusing. Ia datang begitu saja tanpa memikirkan bagaimana keadaan kita. Masalah kecil atau besar.

Siap atau tidak menerima datangnya hujan. Siap atau tidak menerima datangnya masalah. Siap tidak siap mereka pasti datang.

Ketika hujan deras dan kita tidak membawa sesuatu yang melindungi, apa yang akan kita lakukan? Berlari mencari sesuatu untuk berteduh. Entah halte ditepi jalan atau rumah makan pinggirian. Ketika masalah datang dan tidak tau harus bagaimana, kepada siapa kita menuju? Hampiri sahabat walau hanya bercerita. Karena sahabat sejati tak pernah membully tapi memberi solusi.

Ketika hujan tak kunjung reda. Apakah kita harus lelah menunggu? Bersabarlah. Karena hanya sabar usaha terbaiknya. Ketika masalah tak kunjung teratasi malah datang lagi dan lagi. Apakah kita harus lari dari kenyataan? Bersabarlah dalam doa. Karena doa adalah usaha terbaiknya.

Sabar menunggu Hujan. Sabar menghadapi Masalah. Sabar menunggu dan menghadapi, pasti ada akhir dari setiap cerita.

Setelah lama bersabar. Akhirnya hujan reda juga. Akhirnya masalah terselesaikan juga. Terbukti bahwa kesabaran membuahkan rasa syukur yang begitu besar. Terbukti bahwa kesabaran jangan dibatasi tapi dilebihi.
Hujan dan Masalah. Allah punya berbagai perantara untuk menujukkan hikmah kepada hamba-Nya. Sedia payung sebelum hujan. Hindari kecerobohan agar tak jadi masalah. Hujan dan masalah datang bukan tak memberi alasan. Alasannya adalah agar kita belajar.

Hujan dan masalah. Allah punya hal menakjubkan dari kedua hal itu. Buah dari kesabaran itu sendiri. Terkadang kita mendapat sesuatu yang luar biasa, bukan hanya masalah teratasi, tapi malah berbagai nikmat lain berdatangan lagi dan lagi. Hujan pun begitu. Dibalik hujan, ada pelangi yang siap menunjukkan pesonanya. Rasa syukur timbul begitu saja karena keindahannya. Walau tidak selalu, anggap saja itu hadiah dari-Nya.

 

penulis : Meilissa Wibisono

Universitas Atma Jaya Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *