Hujan Es di Kota Makkah

Hujan es adalah salah satu fenomena alam yang terjadi di bumi salah satunya hujan es ini terjadi di kota Makkah pada tanggal 01 Oktober 2011 yang membuat semua orang panik termasuk para jama’ah haji yang sedang berada di sana karena hujan yang terjadi pada hari itu adalah hujan deras yang disertai es dengan intensitas tinggi. Es yang mengguyur kota tersebut berdiameter 0,5 cm yang dapat merusak benda-benda di sekitarnya seperti kaca mobil ataupun benda keras lainnya.

Menurut Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat mengatakan hujan es yang turun diharapkan bisa menurunkan suhu kota yang selama ini cukup panas yaitu suhunya sekitar 40C “Adanya hujan ini mampu menurunkan suhu udara sehingga menjadi sejuk setelah sebelumnya panas” katanya. Menanggapi hujan tersebut beliau menambahkan bahwa calon jama’ah haji yang akan datang perlu terus waspada akan adanya perubahan cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Makkah sebab hujan yang terjadi adalah peristiwa yang tidak terduga akan terjadi pada hari itu.

Dari adanya penjelasan mengenai peristiwa di atas hal ini juga ada kaitannya dengan Al-Qur’an karena di dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan mengenai bagaimana terjadinya hujan es di bumi. Allah SWT Berfirman:
“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antaranya , kemudian menjadinya bertindih – tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah menurunkan es dari langit, dari gunung-gunung,maka ditimpakannya es itu kepada siapa ya berkehendakinya,kilauan kilat awan itu hampir – hampir menghilangkan penglihatan” (QS.An-Nur: 43).Dari penjelasan ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa adanya kuasa Allah SWT dalam segala hal yang terjadi di bumi ini termasuk hujan yang terjadi di kota Makkah (menurut sudut pandang islam).

Selain itu menurut sudut pandang meteorologi atau modern para ilmuwan mengemukakan bahwa awan hujan terjadi dan berbentuk menurut sistem tertentu dan tahap tertentu berdasarkan tipe angin dan awan. Salah satu jenis awan hujan adalah  awan cumulonimbus.Para meteorologi telah meneliti bagaimana awan cumulonimbus terbentuk dan bagaimana awan itu  menghasilkan hujan , hujan es ,dan kilat.

Mereka telah menemukan bahwa awan cumulonimbus mengalami proses berikut ini untuk dapat menghasilkan hujan : Awan didesak oleh angin. Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin mendesak beberapa bagian dari awan (awan cumulus) ke daerah tempat awan – awan bertemu. ketika awan – awan kecil saling bertemu,udara yang bergerak keatas dari awan lebih besar yang terbentuk  pun bertambah banyakUdara yang bergerak keatas ,yang berada didekat awan yang di tengah,lebih kuat daripada yang di samping .Udara yang bergerak ke atas menyebabkan gumpalan awan berubah menjadi vertical. Perubahan posisi awan yang menjadi vertikal ini menyebabkan gumpalan awan menyebar ke tempat-tempat yang lebih dingin ,dimana butiran air dan es  semakin besar.Ketika butiran – butiran air dan es ini menjadi semakin berat sehingga udara yang bergerak keatas tidak mampu lagi menompangnya ,maka jatuhlah butiran air itu dari awan  dalam bentuk hujan ,hujan es , dan sebagainya .

Para meteorolog akhir-akhir ini mengetahui dengan detail formasi awan, struktur ,dan fungsinya dengan menggunakan peralatan modern seperti pesawat terbang, satelit, komputer, balon, dan peralatan lainnya untuk meneliti angin dan arahnya, untuk mengukur kelembapan dan variasinya, serta untuk menentukan tingkat dan variasi tekanan atmosfer.Padahal 1400 abad yang lalu ,penjelasan tentang fakta di atas telah dijelaskan dalam Al-Quran  surat An-Nur ayat 43.

Dalam ayat sebelumnya, setelah menyebutkan awan dan hujan ,kemudian dibicarakan tentang hujan es dan kilat . Para meteorologi telah menemukan bahwa awan – awan cumulonimbus ini,yang menurunkan hujan, es, mencapai ketinggian 25.000 hingga 30.000 kaki (4.7 hingga 5.7 mil),seperti ketinggian gunung ,(gunung Himalaya berketinggian 29.023 kaki).

Para ilmuwan akhir-akhir ini mengetahui korelasi antara hujan es dengan kilat. Hingga tahun 1600 SM. Pandangan Aristoteles dalam meteorologi sangat dominan.Misalnya Ia berkata bahwa atmosfer mengandung dua macam ekshalasi , yakni lembap dan kering. Ia berkata bahwa guruh adalah suara benturan ekshalasi kering dengan awan-awan di dekatnya , dan kilat adalah  kobaran dan pembakaran ekshalasi kering dari api yang kecil.Inilah beberapa pandangan yang salah tentang meteorologi yang berlaku pada saat Al-Quran diturunkan ,empat belas abad yang lalu.

 

Penulis : Nur Hikmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *